Sinopsis
Kecerdasan dan ketangapan Ukhdam telah membawanya jauh dari dunia pergaulan yang seusianya. Ukhdam telah menjadi sosok pemikir ulung dalam menciptakan kecanggihan tekhnologi. Ketika menerima surat dari Felix University yang isinya bahwa Ukhdam telah diterima sebagai mahasiswa unggulan, mereka (Ukhdam dan pamannya) pergi ke Felix University dengan pesawat. Ukhdam merasa gembira dalam perjalnannya, namun menjelang pesawat landing Ukhdam meneropong ke sebuah tebing di sanalah ia lihat kilatan cahaya yang membuatnya penasaran. Kerontokan elektron dari molekul akson yang berasal dari dasar jurang di dekat tebing yang terjal menyita pikirannya membuat ia berfikir untuk menelitinya. Namun karena ketatnya pengawasan di Bandara Muzambik membuatnya tidak leluasa bisa meneliti. Mereka pun kembali ke kendaraan jemputan yang membawanya ke Felix University. Kemeriahan Nampak sekali disana banyak gadis-gadis yang mengagumi Ukhdam bukan hanya dari wajahnya yang tampan namun juga dari kecerdasan dan kepintarannya dalam membuat software-software komputer. Sayangnya Ukhdam tidak terlalu memikirkan gadis-gadis cantik itu ia lebih merindikan ayahnya. Ukhdam haus kasih sayang kedua orangtuanya. Ia telah di rabunkan dengan sebuah cerita yang telah di karang oleh keluarga Zemina bahwa ayahnya telah meninggal sejak umurnya satu setengah bulan di dalam kandungan ibunya sedangkan Sawariah ibunya sibuk dengan pekerjaannya sebagai auditor.
Di asrama unggulan Felix University, Ukhdam yang kedinginan turun kelantai bawah dan di sanalah ia bertemu dengan Jeans yag akhirnya menjadi kawan karibnya. Jeans adalah tipe remaja yang sering suka pada gadis-gadis yang kagum pada Ukhdam. Sedang Ukhdam sendiri tidak terpengaruh pada rayuan gadis-gadis itu ia tetap berorientasi untuk selalu melanjutkan penelitiannya tetang pengembangan software-software komputer. Pada saat professor Avanzi memulai kuliah perdananya di kelas unggulan Ukhdam dan Jeans menunjukan gambar tentang kerontokan electron bebas molekul akson pada professor Avanzi. Sore itu pun mereka berangkat untuk melakukan penelitian dengan pembagian tugas. Profesor Avanzi dan Jeans mendaki tebing sedangkan Ukhdam menjalankan software komputernya di Bandara Muzambik. Hari itu mereka mampu menangkap data dengan sempurna karena pihak Bandara sedang memperbaiki aspal lintasan pesawat. Dengan data itu Ukhdam mencoba membuat roket baru dan menerbitkan sebuah jurnal untuk penemuannya yang berjudul Auto Muzambik yang membuat dunia melirik padanya.
Profesor Avanzi tetap menamani Ukhdam sampai hari pertemuan wali mahasiswa tiba. Kecemasan Ukhdam bertambah ketika melihat suasana menjadi semakin ramai. Namun kecemasan itu pun berakhir ketika melihat ibunya turun dari sebuah mobail dan memeluknya. Profesor Avanzi terkejut melihat bahwa Sawariah ibu Ukhdam adalah istrinya. Namun dengan kesadaran akan kesalahannya Profesor Avanzi pun mendekat pada keduanya meskipun ia melihat kemarhan muncul pada diri Sawariah Al Makhditsi. Tapi sungguh sulit diduga bahwa kerinduan Sawariah mengalahkan egonya merekapun berpeluk mesra dalam kehangatan dan keharmoniasan keluarga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar